Sektor Perikanan di Kecamatan Sumur Lesu, Tukang Ojek hingga Pedagang Keluhkan Penurunan Pendapatan
SUMUR, (ISD) PANDEGLANG – Lesunya aktivitas sektor perikanan di wilayah Kecamatan Sumur, Pandeglang, dalam satu bulan terakhir mulai berdampak luas pada sektor ekonomi lainnya. Tidak hanya nelayan, para penyedia jasa transportasi roda dua atau ojek pangkalan hingga pedagang sembako kini mulai menjerit akibat sepinya penumpang dan pembeli.
Kondisi "paila" atau paceklik ikan yang melanda wilayah pesisir ini disebut-sebut menjadi pemicu utama merosotnya daya beli masyarakat. Mengingat sebagian besar perputaran ekonomi di wilayah Sumur sangat bergantung pada hasil tangkapan laut.
Enjen, salah seorang tukang ojek pangkalan di wilayah Sumur, mengungkapkan bahwa pendapatan harian mereka menurun drastis seiring dengan minimnya aktivitas di pelelangan ikan.
"Pendapatan kami jelas sangat tergantung pada aktivitas nelayan. Kalau hasil tangkapan ikan sedang anjlok seperti sekarang, otomatis penumpang juga sepi. Kami yang di darat kena imbas langsungnya," keluh Enjen saat ditemui di pangkalan, Jumat (17/4).
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan serupa di area Pasar Sumur. Deretan warung sayur-mayur dan sembako tampak lengang dari pengunjung. Para pedagang mengaku omzet mereka turun signifikan sejak situasi sulit ini melanda sekitar sebulan yang lalu.
Meski demikian, para warga tetap berupaya bertahan di tengah situasi sulit. Mereka mengaku harus memutar otak dan lebih ketat dalam mengatur keuangan keluarga agar kebutuhan pokok harian tetap terpenuhi.
Besar harapan warga, khususnya para tukang ojek, agar situasi ini tidak berlarut-larut. Mereka berharap kondisi laut segera membaik sehingga tangkapan ikan kembali melimpah.
"Harapan kami hanya satu, semoga paceklik ini cepat berlalu. Kalau nelayan kembali melaut dan hasilnya bagus, pasar ramai lagi, barulah napas kami para tukang ojek bisa kembali lega," tutup Enjen penuh harap.
Red: (ISD)





Komentar
Posting Komentar