Momen Idul Adha: Suasana Sakral & Penuh Haru Pemotongan Kurban di Desa Sumberjaya

Reporter: Bambang



SUMUR, (ISD) 
– Suasana haru, sakral, dan penuh kebersamaan menyelimuti Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Seperti tradisi yang berjalan turun-temurun, momen perayaan Hari Raya Idul Adha kembali menjadi momentum istimewa bagi warga setempat untuk berbagi dan menebar kasih sayang lewat ibadah kurban. Di sudut desa ini, pemandangan warga yang berkumpul untuk menyaksikan dan membantu prosesi pemotongan hewan kurban menjadi pemandangan yang hangat dan menyentuh hati.
 
Terlihat dalam gambar, para warga baik tua, muda, maupun anak-anak berkumpul dengan tertib dan khusyuk. Di atas hamparan daun pisang yang terbentang, para tetua dan tokoh masyarakat bersama warga lainnya bekerja sama memotong dan membagi daging kurban. Suasana begitu tenang namun sarat makna, terasa getaran kebersamaan yang kuat di antara mereka. Tidak ada hiruk-pikuk yang berlebihan, yang ada hanyalah rasa syukur dan kebahagiaan karena bisa beribadah dan berbagi bersama sesama warga desa.
 
Menurut keterangan warga setempat, di Desa Sumberjaya, tradisi kurban ini sangat dijaga kelestariannya. Berbagai jenis hewan kurban mulai dari kerbau, sapi, hingga kambing, secara bersama-sama disembelih dan diolah. Inti dari pelaksanaan ini bukan sekadar ibadah semata, melainkan semangat berbagi yang begitu kental melekat di hati masyarakat.
 
"Di sini, baik itu kurban kerbau, sapi maupun kambing, dagingnya wajib dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Prioritas utama kami utamakan untuk warga yang kurang mampu, kaum dhuafa, para lansia yang sudah tidak memiliki penghasilan, serta warga miskin lainnya yang sangat membutuhkan," ungkap salah satu warga Desa Sumberjaya di sela-sela kesibukan membagi daging.
 
Ia menambahkan, bagi masyarakat Sumberjaya, kurban adalah bukti nyata kepedulian antar sesama. Nilai pengorbanan yang diajarkan dalam agama diterjemahkan langsung ke dalam bentuk kepedulian sosial agar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari yang mampu hingga yang kurang beruntung, sama-sama bisa merasakan kebahagiaan dan kenikmatan di hari yang fitri ini.
 
Suasana sakral dan haru begitu terasa saat prosesi berlangsung. Tatapan mata warga yang menyaksikan penuh rasa syukur, serta kerja sama yang tulus tanpa memandang status, semakin mengukuhkan bahwa Idul Adha di desa ini bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi menyembelih sifat egois dan mempererat tali persaudaraan.
 
Daging-daging yang sudah dibagi kemudian dikemas rapi dan disalurkan langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan. Tidak jarang, para pemuda dan tokoh desa yang mengantarkannya sendiri sebagai wujud perhatian dan penghormatan kepada sesama warga.
 
Di tengah kemajuan zaman, semangat berbagi warga Desa Sumberjaya ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur dan tradisi kebersamaan di pedesaan tetap kokoh berdiri. Momen ini pun menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa makna Idul Adha sejatinya terletak pada ketulusan hati berkorban dan keikhlasan berbagi dengan sesama manusia.
 
Sampai berita ini diturunkan, kegiatan pembagian daging kurban di Desa Sumberjaya berjalan lancar, aman, dan penuh kekeluargaan, meninggalkan kenangan indah dan pelajaran berharga tentang arti berbagi di tengah masyarakat.

Editor: (Jefri Ireng)







Komentar

Berita Terpopuler

Kecamatan Sumur Peringati Hari Lahir Pancasila, Camat Aang Sumarna, Pimpin Upacara di Halaman Kantor

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sumur Gelar Turnamen Sepak Bola "Polsek Sumur Cup 2026"

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H: Redaksi & Pemimpin Redaksi Info Seputar Desa Mohon Maaf Lahir Batin

Kodim 0601/ Pandeglang Bangun Jembatan Perintis Garuda, Wujud Kehadiran Negara di Pedalaman

Warga Komplek Ponpes Keluhkan Bau Busuk Menyengat, Limbah Budidaya Lele Diduga Jadi Biang Kerok

Kodim 0601/Pandeglang Rampungkan Pembangunan Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Kampung Sindang Desa Rancapinang

Mengenal Sejarah Ujung Kulon: dari Benteng Mistis Banten Hingga jadi Warisan Dunia

1.098 Ekor Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN, Istana & MUI Jelaskan Keabsahannya

Pandeglang: 20 Kampung Siap Lestarikan Tradisi Gebrag Ngadu Bedug