Harga Kedelai Impor Meroket Tembus Rp11.000, Pengrajin Tahu-Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran


JAKARTA, (ISD) – Kabar kurang sedap kembali menghantam para pelaku UMKM, khususnya pengrajin tahu dan tempe. Per April 2026, harga kacang kedelai impor terpantau mengalami kenaikan signifikan di berbagai daerah, menembus angka psikologis Rp11.000 per kilogram.

Kenaikan ini memicu kekhawatiran massal di tingkat produsen skala rumah tangga. Pasalnya, kedelai impor masih menjadi bahan baku utama yang sulit digantikan.

Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi Teras Nasional News.com, gejolak harga ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok logistik laut internasional. Kedua, nilai tukar Rupiah yang sempat melemah terhadap Dolar AS, sehingga biaya impor membengkak.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menyatakan pihaknya tengah berupaya keras melakukan intervensi agar harga tidak melampaui ambang batas Rp12.000 per kilogram.

"Tahu-Tempe Semakin Tipis" Di lapangan, para pengrajin mulai memutar otak agar tetap bisa berproduksi meski margin keuntungan kian menipis. Strategi paling populer saat ini adalah mengurangi ukuran produk tanpa menaikkan harga jual di pasar.

"Kalau harga dinaikkan, pembeli lari. Terpaksa ukuran tempe kami kurangi sedikit, yang penting dapur tetap ngebul dan karyawan tidak dirumahkan," ujar Ilham, salah satu pengrajin tempe saat ditemui tim ISD.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dikabarkan akan segera memanggil para importir kedelai untuk memastikan ketersediaan stok nasional. Pemerintah juga didesak untuk segera memberikan subsidi harga atau bantuan kepada para kelompok pengrajin tahu-tempe guna menjaga stabilitas pangan nasional.

Kenaikan harga kedelai ini menjadi ujian berat bagi ketahanan pangan rakyat kecil, mengingat tahu dan tempe adalah sumber protein termurah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Reporter: Ton 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memasuki H+2 Lebaran, Sejumlah Tempat Wisata di Kecamatan Sumur di Padati Pengunjung

Pesona Pantai Legon Guru Cigorondong Memikat Wisatawan dari Berbagai Tempat

Ratusan KPM di Kecamatan Sumur Terima Bansos BPNT Termin 2