Sejarah Mercusuar Tanjung Layar Ujungkulon, Penjaga Gerbang Barat Pulau Jawa di Ujung Kulon
INFO SEPUTAR DESA - Berdiri kokoh di titik paling barat Pulau Jawa, Mercusuar Tanjung Layar bukan sekadar menara pemandu kapal. Bangunan ikonik yang terletak di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang ini menyimpan rekam jejak sejarah maritim yang panjang sejak masa kolonial.
Tanjung Layar sejak lama dikenal sebagai wilayah strategis namun berbahaya bagi pelayaran internasional di Selat Sunda. Arus yang kuat dan gugusan karang yang tajam membuat keberadaan cahaya pemandu menjadi kebutuhan vital bagi kapal-kapal yang melintas dari Samudra Hindia menuju Laut Jawa.
Saksi Bisu Tragedi Krakatau 1883
Sejarah mencatat bahwa mercusuar pertama di lokasi ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-19. Namun, bangunan awal tersebut luluh lantak diterjang tsunami dahsyat akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Pasca bencana tersebut, pemerintah kolonial menyadari betapa pentingnya titik navigasi ini. Sebuah menara baru yang lebih kokoh kemudian dibangun kembali untuk memastikan jalur perdagangan rempah dan lalu lintas kapal tetap aman. Struktur baja yang berdiri saat ini merupakan hasil dari renovasi dan pemeliharaan berkelanjutan untuk menjaga fungsi navigasinya tetap optimal.
Ikon Wisata Sejarah dan Alam
Selain nilai sejarahnya, nama "Tanjung Layar" sendiri diambil dari bentuk dua batu karang raksasa di lepas pantai yang menyerupai layar kapal yang sedang terkembang. Pemandangan tebing karang yang beradu dengan deburan ombak besar Samudra Hindia menjadikan lokasi ini salah satu spot paling eksotis bagi wisatawan yang berkunjung ke Ujung Kulon.
Saat ini, Mercusuar Tanjung Layar tetap berfungsi aktif di bawah pengawasan Distrik Navigasi. Cahayanya terus berputar setiap malam, menjadi kompas bagi ribuan kapal besar yang melintasi jalur internasional, sekaligus menjadi pengingat akan kejayaan maritim di ujung barat Banten.
Bagi pengunjung yang ingin mencapainya, perjalanan menuju Tanjung Layar menawarkan sensasi petualangan menembus hutan tropis TNUK, menjadikannya perpaduan sempurna antara wisata sejarah, edukasi, dan petualangan alam liar.
(Redaksi: Info Seputar Desa)
Editing: Jefri Ireng
Pasang Iklan Disini


Komentar
Posting Komentar