Warga Sumberjaya Keluhkan Pembangunan Gorong-Gorong PUPR Banten yang Dinilai Salah Sasaran
PANDEGLANG, (ISD) – Pembangunan infrastruktur gorong-gorong oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, menuai kritik dari masyarakat setempat. Proyek tersebut dinilai tidak tepat sasaran karena dibangun di lokasi yang dianggap tidak mendesak, sementara titik rawan banjir justru terabaikan.
Warga menilai lokasi pembangunan saat ini berada di area yang minim penduduk dan tidak pernah mengalami masalah banjir. Sebaliknya, kawasan Pasar Sumur yang padat penduduk dan menjadi langganan banjir tahunan hingga kini belum tersentuh perbaikan infrastruktur drainase.
Tokoh pemuda Sumberjaya, Endang Sutisna, mengungkapkan bahwa kawasan Pasar Sumur setidaknya mengalami banjir dua kali dalam setahun. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan gorong-gorong pembuangan air yang memadai menuju laut.
"Kami tidak menolak pembangunan di tempat lain, namun ada yang jauh lebih prioritas dan krusial, yaitu di Pasar Sumur. Lokasinya masih satu desa dengan titik yang sedang dibangun saat ini, tapi dampaknya jauh lebih dibutuhkan warga pasar," ujar Endang, Minggu (03/05/2026).
Menurut warga, terdapat dua titik di kawasan pasar yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah untuk segera ditangani guna memutus rantai banjir musiman.
Ketidakpuasan warga semakin mendalam mengingat pihak PUPR Provinsi Banten dikabarkan telah melakukan peninjauan dan pengukuran di lokasi Pasar Sumur sebanyak dua kali sejak tiga tahun lalu. Namun, realisasi pembangunan justru di titik lain yang dianggap tidak urgent.
"Sekitar tiga tahun lalu, lokasi pasar yang sering banjir sudah ditinjau dan diukur dua kali oleh PUPR Provinsi. Kami bingung kenapa yang dibangun malah bukan lokasi yang dulu kami ajukan bersama Kepala Desa, dan pak Camat" tambahnya.
Senada dengan warga, Kepala Desa Sumberjaya juga mengaku telah berulang kali mengusulkan pembangunan gorong-gorong di dua titik rawan tersebut. Meski sudah dilakukan pengecekan langsung dan pengukuran oleh pihak terkait, usulan tersebut hingga kini belum terealisasi di lokasi yang semestinya.
"Kami sudah dua kali mengajukan ke pihak PUPR Provinsi, bahkan sudah dicek dan diukur langsung. Namun sampai sekarang belum direalisasikan di titik rawan tersebut, malah dibangun di lokasi lain yang tidak rawan banjir," jelas Kepala Desa.
Melalui pemberitaan ini, warga Desa Sumberjaya berharap Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas PUPR dapat meninjau kembali kebijakan penentuan titik lokasi pembangunan. Masyarakat meminta agar aspirasi dan kebutuhan mendesak warga di tingkat bawah lebih diprioritaskan demi efektivitas penggunaan anggaran negara dan kesejahteraan masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya mengonfirmasi pihak Dinas PUPR Provinsi Banten terkait dasar penentuan lokasi proyek yang kini tengah berjalan tersebut.
(Bang Kumis)
Red: (Info Seputar Desa)







Komentar
Posting Komentar