Upacara Harkitnas ke-118 dan Ziarah di TMP Cihaseum: Momentum Bangkitkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Bangsa

Reporter: Bang Kumis 


PANDEGLANG
Info Seputar Desa – Semangat nasionalisme dan penghormatan mendalam terhadap jasa para pendahulu kembali menggelora di Kabupaten Pandeglang. Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 berlangsung khidmat di Alun-Alun Kabupaten Pandeglang, Rabu (20/05/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Cihaseum.
 
Mengusung tema besar “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan tahun ini menjadi momen refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk mempererat persatuan, memperkuat budaya gotong royong, dan menyiapkan generasi muda yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
 
Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Bupati Pandeglang, Hj. Raden Dewi Setiani, Amd.Keb., S.Sos., M.A., yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta ini, barisan pasukan dipimpin oleh Komandan Upacara Kapten Inf Sugeng Rohmad (Pasi Pers Kodim 0601/Pandeglang), sedangkan Perwira Upacara dijabat oleh Tb. Nandar Suptandar (Asda III Kabupaten Pandeglang).
 
Turut hadir menyaksikan jalannya upacara berbagai unsur pimpinan daerah dan instansi terkait, antara lain Wakil Ketua II DPRD Pandeglang Dadi Rajadi, Wakapolres Pandeglang Kompol H. Asep Jamaludin, SH., MM., Kasdim 0601/Pandeglang Mayor Inf Andang Rasidi, Sekda Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat, ST., serta perwakilan dari Kemenag, Dansubdenpom, Yonif Mekanik 320/BP, para Kepala OPD, ASN, pelajar, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
 

Rangkaian acara berjalan tertib dan penuh penghormatan, dimulai dari laporan kesiapan pasukan, penghormatan umum, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, pembacaan amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI, hingga doa penutup.
 
Dalam amanat Menteri Komdigi yang dibacakan Bupati Dewi Setiani, ditegaskan bahwa Harkitnas menjadi tonggak sejarah perjuangan bangsa yang berawal dari berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Peristiwa itu menjadi simbol kebangkitan kesadaran nasional kaum terpelajar untuk bersatu, berjuang melalui jalur intelektual dan organisasi guna melawan penjajahan.
 
Pesan kunci yang disampaikan adalah bahwa bentuk perjuangan bangsa kini telah bergeser. Jika dahulu perjuangan difokuskan mempertahankan kedaulatan wilayah, maka tantangan masa kini adalah merebut dan menjaga kedaulatan informasi serta transformasi digital. Oleh karenanya, pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas utama pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
 
“Pemerintah terus memperkuat fondasi bangsa melalui berbagai program strategis nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan pendidikan dengan pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas kesehatan, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih,” bunyi amanat tersebut.
 
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, negara juga hadir melindungi generasi penerus di ruang digital. Hal ini diwujudkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau dikenal dengan kebijakan PP TUNAS. Regulasi ini bertujuan menjaga anak-anak Indonesia dari dampak negatif dunia maya sekaligus menyiapkan mereka menjadi tunas bangsa yang unggul.
 
Momen Harkitnas 2026 juga ditekankan sebagai langkah penguatan kembali semangat Asta Cita, untuk mewujudkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
 
Usai rangkaian upacara di alun-alun, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah nasional ke TMP Cihaseum. Di lokasi peristirahatan terakhir para pahlawan itu, seluruh unsur Forkopimda dan peserta kembali berkumpul untuk memberikan penghormatan tertinggi, meletakkan karangan bunga, serta melakukan tabur bunga di makam para pejuang kemerdekaan.
 
Prosesi ziarah ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan kedaulatan yang dinikmati saat ini adalah buah dari pengorbanan besar para pendahulu. Semangat perjuangan itu wajib diwariskan dan dijaga agar rasa cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara tetap kokoh di dada setiap warga negara.
 
Hingga seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan ziarah nasional selesai dilaksanakan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif sepenuhnya.
 
(Info Seputar Desa)






Komentar

Berita Terpopuler

Kecamatan Sumur Peringati Hari Lahir Pancasila, Camat Aang Sumarna, Pimpin Upacara di Halaman Kantor

Momen Idul Adha: Suasana Sakral & Penuh Haru Pemotongan Kurban di Desa Sumberjaya

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sumur Gelar Turnamen Sepak Bola "Polsek Sumur Cup 2026"

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H: Redaksi & Pemimpin Redaksi Info Seputar Desa Mohon Maaf Lahir Batin

Kodim 0601/ Pandeglang Bangun Jembatan Perintis Garuda, Wujud Kehadiran Negara di Pedalaman

Warga Komplek Ponpes Keluhkan Bau Busuk Menyengat, Limbah Budidaya Lele Diduga Jadi Biang Kerok

Kodim 0601/Pandeglang Rampungkan Pembangunan Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Kampung Sindang Desa Rancapinang

Mengenal Sejarah Ujung Kulon: dari Benteng Mistis Banten Hingga jadi Warisan Dunia

1.098 Ekor Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN, Istana & MUI Jelaskan Keabsahannya

Pandeglang: 20 Kampung Siap Lestarikan Tradisi Gebrag Ngadu Bedug